Langsung ke konten utama

Cerita singkat aisyah putri abu bakar

Assalamualaikum warohmatuallah wabarokhatuh,,


๐Ÿ“š๐Ÿ“–cerita singkat Aisyah Putri Abu Bakar

๐Ÿadalah satu-satunya wanita yang disunting Rasulullah dalam keadaan gadis dan paling beliau cintai.

๐ŸRasulullah menikahi Aisyah di usia tujuh tahun, dan menginjak usia sembilan tahun Aisyah hidup bersama Rasulullah. Di usianya yang ke enam puluh tiga tahun Rasulullah wafat.

๐ŸKetika itu usia Aisyah berusia sembilan belas tahun.  Di usianya tersebut,  Aisyah telah mengemban amanat untuk menyampaikan ilmu mengenai hukum-hukum Islam kepada umat hingga sampai ke seluruh penjuru dunia. Tidak heran jika ia meriwayatkan hadits-hadits Rasulullah saw dengan jumlah yang banyak.  Tidak ada satupun sahabat yang mampu menyainginya kecuali Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar r. a.

๐ŸAisyah hidup selama lima puluh tahun setelah Rasulullah SAW wafat.  Di usia sembilan tahun, ia habiskan waktunya untuk menemani Rasulullah.

๐ŸDan setelah dewasa dan menguasai banyak ilmu,  Rasulullah wafat.

๐ŸAisyah menjadi satu-satunya  sosok wanita yang paling pandai, cerdas, zuhud, wara’ di dunia sepeninggal Rasulullah. Aisyah meniru semua yang ada pada diri Rasulullah baik akhlak dan sifatnya,  tertawa dan marahnya,  kezuhudan,  kepandaian, kebaikan, serta ke hati-hatiannya, semuanya sama persis dengan Rasulullah. Karena itu,  ia dijuluki sebagai Ummul Mu’minin.

๐ŸSudah sepatutnya umat Muslim mencintai Aisyah Ummul Mu’minin. Melalui perantara Aisyah, umat Muslim dan para sahabat mengetahui dan mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah.  Sungguh Aisyah dan para sahabat adalah sebaik-baik umat di hadapan Allah.

๐ŸAisyah adalah seorang ahli ibadah serta mendapat pembelaan langsung dari langit ke tujuh dengan ayat yang senantiasa dibaca oleh umat manusia baik siang maupun malam

๐Ÿู‡ู†ุงุก ุดุฑูŠูุฉ





•๐Ÿ“@KusuikAfrinanda

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WAHAI WANITA BERSEDEKAHLAH & PERBANYAKLAH BERSITIGFAR

WAHAI WANITA BERSEDEKAHLAH & PERBANYAKLAH BERSITIGFAR . ุนَู†ْ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„ู‡ِ ุจْู†ِ ุนُู…َุฑَ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُู…َุง ุนَู†ْ ุฑَุณُูˆْู„ِ ุงู„ู„ู‡ِุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ  ุฃَู†َّู‡ُ ู‚َุงู„َ: ูŠَุง ู…َุนْุดَุฑَ ุงู„ู†ِّุณَุงุกِ ุชَุตَุฏَّู‚ْู†َ ูˆَุฃَูƒْุซِุฑْู†َ ุงู„ْุงِุณْุชِุบْูَุงุฑَ ، ูَุฅِู†ِّู€ูŠْ ุฑَุฃَูŠْุชُูƒُู†َّ ุฃَูƒْุซَุฑَ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ู†َّุงุฑِ ، ูَู‚َุงู„َุชِ ุงู…ْุฑَุฃَุฉٌ ู…ِู†ْู‡ُู†َّ ุฌَุฒْู„َู€ุฉٌ : ูˆَู…َุง ู„َู†َุง ، ูŠَุง ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ِ ุฃَูƒْุซَุฑَ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ู†َّุงุฑِ ؟ ู‚َุงู„َ : ุชُูƒْุซِุฑْู†َ ุงู„ู„َّุนْู†َ ، ูˆَุชَูƒْูُุฑْู†َ ุงู„ْุนَุดِูŠْุฑَ،ูˆَู…َุง ุฑَุฃَูŠْุชُ ู…ِู†ْ ู†َุงู‚ِุตَุงุชِ ุนَู‚ْู„ٍ ูˆَุฏِูŠْู†ٍ ุฃَุบْู„َุจَ ู„ِุฐِูŠْ ู„ُุจٍّ ู…ِู†ْูƒُู†َّ. ู‚َุงู„َุชْ: ูŠَุง ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ِ، ูˆَู…َุง ู†ُู‚ْุตَุงู†ُ ุงู„ْุนَู‚ْู„ِ ูˆَุงู„ุฏِّูŠْู†ِ؟ ู‚َุงู„َ: ุฃَู…َّุง ู†ُู‚ْุตَุงู†ُ ุงู„ْุนَู‚ْู„ِ ูَุดَู‡َุงุฏَุฉُ ุงู…ْุฑَุฃَุชَูŠْู†ِ ุชَุนْุฏِู„ُ ุดَู‡َุงุฏَุฉَ ุฑَุฌُู„ٍ، ูَู‡ٰุฐَุง ู†ُู‚ْุตَุงู†ُ ุงู„ْุนَู‚ْู„ِ، ูˆَุชَู…ْูƒُุซُ ุงู„ู„َّูŠَุงู„ِูŠ ู…َุง ุชُุตَู„ِّูŠ ูˆَุชُูْุทِุฑُ ูِูŠْ ุฑَู…َุถَุงู†َ ูَู‡ٰุฐَุง ู†ُู‚ْุตَุงู†ُ ุงู„ุฏِّูŠْู†ِ. . Dari ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu anhu, dari Rasululullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai wanita, bersedekahlah...

Ketika ambil wudhu niatkanlah dalam hati

ุจِุณْู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ِ ุงู„ู„ّู‡ِ ุงู„ุฑَّ ุญْู…ู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู€ู€ู€ู€ู€ู…ِ๐Ÿ’ง๐Ÿ’ง๐Ÿ’ง๐Ÿ’ง๐Ÿ’ง KETIKA AMBIL WUDHU NIATKANLAH DALAM HATI : 1. Ketika berkumur, berniatlah kamu dengan "Ya Allah, ampunilah dosa mulut dan lidahku ini" 2. Ketika membasuh muka, berniatlah kamu dengan "Ya Allah, putihkanlah mukaku di akhirat kelak, Janganlah Kau hitamkan muka ku ini" 3. Ketika membasuh tangan kanan, berniatlah kamu dengan "Ya Allah, berikanlah hisab-hisab ku di tangan kanan ku ini" 4. Ketika membasuh tangan kiri, berniatlah kamu dengan "Ya Allah, janganlah Kau berikan hisab-hisab ku di tangan kiri ku ini" 5. Ketika membasuh kepala, berniatlah kamu dengan "Ya Allah, lindunglah daku dari terik matahari di padang Mahsyar dengan Arasy Mu" 6. Ketika membasuh telinga, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, ampunilah dosa telinga ku ini" 7. Ketika membasuh kaki kanan, berniatlah kamu dengan "Ya Allah, Jangan gelincirkan kakiku ketika aku melintasi titian S...